Skip to Content

BLOG

Sebutir Kisah Dewi

Dewi Purnamasari, begitulah kedua orang tuaku menamaiku. Saya dilahirkan 21 tahun yang lalu tepatnya pada 31 Mei 1996, tumbuh & dibesarkan di Jakarta. Saat ini saya tengah berkuliah di Universitas Tarumanagara dan mengambil jurusan Ekonomi Akuntansi. Hampir setiap hari saya sempatkan untuk berolahraga di pusat kebugaran, karena tidak hanya kecantikan dan kecerdasan yang penting. Tapi tubuh sehat yang kuat juga sama pentingnya untuk menunjang semua aktivitas kita.

Selain itu, saya juga tengah aktif berpartisipasi dalam pembuatan buku “Sang Pendobrak”. Buku ini bertujuan untuk menginspirasi para generasi muda, khususnya mahasiswa. Langkah apa yang harus diambil untuk mencapai kesuksesan dan potensi diri secara maksimal. Konten dari buku ini sebenarnya cocok bagi segala usia. Kesuksesan tidak dibatasi oleh usia dan masing-masing orang punya definisi tersendiri mengenai apa itu kesuksesan.

Sejak kecil aku yang anak tunggal, dibesarkan oleh papa beserta keluarganya. Jadi prinsip yang selalu kuterapkan pada diriku adalah harus mandiri, kuat, & sebisa mungkin jangan menyusahkan orang lain.

Papaku kembali ke pangkuan Tuhan ketika usiaku 17 tahun. Berat memang, tapi hidup terus berjalan. Aku harus belajar lebih kuat dan mandiri lagi. Aku ingin papaku bangga terhadap diriku, aku ingin lihat senyumnya lagi walau hanya sekali. Selain papa, kakek nenekku juga menjadi alasan dari tiap perjuangan yang kulakukan. Melihat senyum dari wajah mereka saja sudah sangat cukup.

Kehidupanku memang jauh dari kata luar biasa, tapi aku sangat bersyukur sebab penyertaan Tuhan selalu ada dalam hidupku.

Hampir setiap waktu aku selalu bertanya, sebenarnya mengapa kita dilahirkan di dunia ini. Mengapa Tuhan menciptakan dan melahirkan kita? Apa sebenarnya arti kehidupan ini?

Setiap orang punya definisi suksesnya masing-masing. Dulu aku selalu berpikir bahwa seorang sukses itu ketika dia mendapatkan pekerjaan yang baik, prestasi ataupun kekayaan yang berlimpah, cantik, tampan, terkenal.
Tapi seiring berjalannya waktu, roda kehidupan yang terus berputar.. Aku sadar bahwa arti kesuksesan itu bukan hanya sekedar hal di atas. Menurutku, sukses itu ketika kamu bisa berbuat lebih ataupun berguna bagi sesama, dimulai dari orang-orang sekitarmu. Ketika kita mampu meringankan beban seseorang, entah sekecil apapun, atau hanya dengan menghiburnya. Kesuksesan juga ketika Anda berhasil mengalahkan diri Anda sendiri, berhasil mengalahkan masa lalu, dan berguna bagi orang-orang sekitar.

Ketika kamu memberi, entah sekecil sekalipun, timbul rasa bahagia yang tak terjelaskan. I love the feeling when I’m sharing with others. With all you have & conditions, you want to share with others.

Segala hal yang dilakukan dengan tulus & dari hati, akan terpancar cinta dari semua yang telah kamu lakukan.
I think you don’t need to be fake, you don’t need to tell anybody that you are a good one. Let is shine through your act, words, & heart.

Aku selalu bermimpi suatu saat nanti bisa membantu banyak org, jadi inspirasi. Aku ingin bisa menguatkan orang-orang dengan pengalaman hidup yang pernah ku alami. Ketika Tuhan mengijinkan semua itu terjadi padaku, aku sadar Dia ingin suatu saat nanti aku bisa menguatkan “diriku” lainnya di luar sana.
Akan selalu ada dua cara dalam memandang suatu hal. Ketika masalah hanya kamu pandang dari sisi negatif, tidak akan ada perubahan ataupun solusi yang datang. Pandanglah suatu masalah sebagai salah satu alat yang dipakai Tuhan untuk sesuatu yang rencana Tuhan
Aku percaya gelar, jabatan, tanggung jawab semua adalah anugrah Tuhan. Ketika Tuhan mempercayakannya padamu, berarti Dia yakin kamu mampu. Jadi lakukanlah sebaik mungkin apa yang Tuhan percayakan.
Tuhan saja yakin pada diri kita, masa kita masih ragu?
Tuhan yang percayakan, Tuhan pula yang ambil.

By : Dewi Purnamasari

finalis no. 6

0 1 Continue Reading →

Karantina Miss Earth Indonesia 2017 Hari Ketiga

Hari ketiga karantina Miss Earth, Senin (10/7) dimulai dengan sesi pembekalan English Class dari Mr. Justin, pengajar dari EEC (Englush Education Center) setelah semua finalis melakukan sarapan di Hotel Ibis Dan Moogot. Mr. Justin mengawali sesinya dengan diskusi mengenai pengetahuan seputar lingkungan hidup dan memberikan tugas bagi tiap finalis untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang biasa ditanyakan saat sesi Q&A dalam ajang kontes kecantikan. Sebelum mengakhiri sesi English Class, Mr. Justin memberikan games untuk seluruh finalis.

 

Setelah melakukan makan siang, para finalis kembali diberi pembekalan oleh pembicara selanjutnya yaitu Kak Ryan yang menjelaskan Dasar-Dasar Jurnalistik. Karena setiap hari para finalis wajib menuliskan satu artikel mengenai aktifitas mereka, mereka diajarkan langkah-langkah membuat artikel. Kak Ryan melanjutkan pembekalan dengan memberi pengetahuan seputar Strategi Sosial Media yang sangat penting karena merupakan salah satu yang tepat untuk melakukan kampanye tentang lingkungan kepada masyarakat.

 

Pembekalan terakhir dinarasumberi oleh Kak Cindy setelah para finalis makan malam. Pada kesempatan ini, Kak Cindy menjelaskan tentang Organic Attitude dan Grooming. Dua hal terpenting untuk menjadi seorang beauty queen selain kecerdasan.

 

Setelah melakukan sesi pembekalan terakhir, para finalis dipersilakan untuk kembali ke kamar untuk berisitrahat.

  • Ditulis oleh Selina Astiri (Finalis Nomor 8)
0 0 Continue Reading →

Warna-warni Taman Bunga Nusantara

Kamis, 13 Juli 2017 – Hari ini para finalis Miss Earth Indonesia 2017 bangun lebih awal. Pada pukul 6 pagi, kami sudah berkumpul di dalam bus untuk menuju Taman Bunga Nusantara, Cipanas, Jawa Barat. Kami dibagi menjadi 2 kelompok. Nomor 1 sampai 15 di bus 1, dan nomor 16 sampai 30 di bus 2.

Kami pun memulai perjalanan, sarapan telah dibagi kepada masing-masing finalis. Di tengah perjalanan, bus 1 mengalami masalah sehingga para finalis yang berada di bus 1, harus pindah ke bus 2. Kami akhirnya sampai di Taman Bunga Nusantara sekitar pukul 10 pagi.

Kami segera turun dari bus dan berfoto. Suatu kehormatan, karena kedatangan kami disambut langsung oleh Direktur Utama dan salah satu Founder dari Taman Bunga Nusantara, Bapak Darmasto.

Kami pun berkeliling menggunakan kereta wisata. Kami mengunjungi French Village, kemudian Saung Dahlia, di mana kami disajikan hidangan snack serta mendengarkan sedikit pembekalan mengenai alam, bunga, serta proses germinasi, penanaman, dan perawatan tanaman. Taman Bunga Nusantara berusaha meminimalisir limbah dengan cara melakukan proses komposting.

Spot berikutnya yang kami kunjungi adalah Japanese Village, kemudian kami pun disuguhkan makan siang dengan masakan bernuansa Jepang dan Arab.

Setelah itu, kami diberi waktu bebas untuk membuat video tentang visi-misi atau campaign jika kami terpilih menjadi Miss Earth Indonesia 2016. Sebelum pulang ke Jakarta, kami pun berfoto bersama dengan pihak perwakilan Taman Bunga Nusantara beserta Kak Luisa, Miss Earth Indonesia 2016.

Setelah menempuh perjalanan dari Cipanas ke Jakarta selama kira-kira 5 jam, akhirnya kami pun sampai di hotel.

By: Anastasia Olivia Wongso – Finalis Miss Earth Indonesia 2017 No. 17

0 0 Continue Reading →

Jakarta will be the Next Livable City?

Jakarta, 12 Juli 2017 – Hari dibuka dengan kunjungan para finalis Miss Earth Indonesia 2017 ke Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, yang kini telah berganti nama menjadi Dinas Kehutanan. Kunjungan ini juga dihadiri oleh Miss Earth Indonesia 2016, Luisa Andrea Soemitha.

Di sana kami diberi pembekalan tentang RTH (Ruang Terbuka Hijau). Ruang Terbuka Hijau secara sederhana memiliki arti sebagai suatu pemanfaatan kawasan yang ditujukan untuk penghijauan (ekologi), rekreasi, estetis, plantologi, dan edukasi.

Dinas Kehutanan RI mengangkat tema Livable City yang merupakan strategi peningkatan ruang terbuka hijau publik di DKI Jakarta. Dalam mewujudkan konsep Livable City, harus didukung dengan “sustainable city”. Aspek-aspek yang terdapat pada sustainable city, di antaranya: resilient, green, inclusive, well-governed, dan smart.

Beberapa Ruang Terbuka Hijau yang telah dibuat oleh Dinas Kehutanan DKI Jakarta adalah: Taman Tebuia, Jagakarsa, Spatodea, Ayodia, Langsat, Waru, Palem, dan Cattleya.

Pada sesi tanya jawab, para finalis dan pembicara cukup panjang berdiskusi mengenai proses dan sistematik dalam pembebasan tanah untuk RTH.

Setelah dari Dinas Kehutanan, kami pun segera meluncur ke salah satu spot Ruang Terbuka Hijau yang ada di area Jakarta Barat, yaitu: Taman Cattleya. Kami berkeliling melihat proses “komposting” dan juga diberikan penjelasan dari pihak Dinas Kehutanan mengenai Taman tersebut.

Sambil diberikan penjelasan, beberapa finalis dipanggil oleh panitia untuk melakukan video recording mengenai program kerja unggulan dari masing-masing finalis.

Setelah kegiatan di Taman Cattleya selesai, kami pun kembali ke hotel untuk beristirahat dan makan malam. Lalu dilanjutkan dengan pembekalan dari divisi Digital El John tentang Zimple Pay, yang merupakan aplikasi loyalty program membership yang dikeluarkan oleh PT El John Digital Finance, atau disebut juga E-wallet.

Setelah pembekalan selesai, kami dibrief oleh panitia untuk kegiatan kunjungan ke Taman Bunga Nusantara untuk hari selanjutnya. Kemudian kami pun kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat dan mempersiapkan diri untuk kunjungan di keesokan hari.

 

By: Anastasia Olivia Wongso – Finalis Miss Earth Indonesia 2017 No. 17

0 0 Continue Reading →

Compete with Yourself, Not Others

Jakarta, 11 Juli 2017 – Hari dibuka dengan presentasi dari setiap finalis Miss Earth Indonesia 2017 yang telah kami siapkan sebelumnya, dengan tema Enjoying Indonesia’s Wonderful Eco Tourism. Miss Earth Indonesia 2016, Luisa Andrea dan Vice President dari El John, Pak Widi menjadi juri yang memberikan penilaian dan komentar tentang presentasi para finalis.

Saya membawakan presentasi dengan sub-tema: From Entrepreneurship to Eco Tourism.

Sesi berikutnya adalah dari Pak Widi. Beliau memberikan kami selembar kertas A4 dan menugaskan kami untuk menulis sebuah essay yang berisikan angan-angan atau harapan kami tentang: sampah, plastik, listrik, dan RTH (Ruang Terbuka Hijau).

Dilanjutkan dengan sesi sharing dari Kak Luisa Andrea, Miss Earth Indonesia 2016. Kak Luisa membagikan pengalamannya kepada kami selama ia menjadi Miss Earth Indonesia 2016. Selain itu, ia juga menjelaskan tentang Program IEM (Indonesia Eco Movement) yang merupakan salah satu program utama dari Miss Earth Indonesia. Di mana Misi dan Tujuan dari IEM adalah — Young generation involved to: 1) Free of trash 2) Eco tourism 3) Prevention of forest fires 4) Sanitation & clean water 5) Save animal.

Terdapat sebuah pesan dari Kak Luisa yang menginspirasi saya. “If you continuously compete with others, you become bitter, but if you continuously compete with yourself, you become better.

Kak Luisa juga memberikan confidence test kepada kami. Ia bertanya kepada kami, siapa yang berani untuk maju ke depan untuk bernyanyi, akting, dan juga catwalk. Beberapa finalis pun maju ke depan untuk melakukan performance tersebut.

Berikutnya, kembali sesi dari Pak Widi yang membahas tentang essay yang telah kami tulis di sesi sebelumnya. Beliau membagi kami menjadi 5 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 6 orang. Kami berdiskusi dan mencari intisari dari setiap poin-poin yang kami tulis. Kemudian setiap anggota harus mempresentasikan masing-masing 1 poin. Sebelumnya, Pak Widi juga menyuruh kami untuk memilih seorang Ketua dari setiap anggota kelompok.

Kemudian semua kelompok pun maju ke depan untuk mempresentasikan hasil diskusi.

Sesi terakhir ditutup oleh Kak Revi dan Kak Yudith. Kak Revi membawakan pembekalan tentang public speaking dan Kak Yudith membawakan pembekalan tentang manner dan behaviour.

 

By: Anastasia Olivia Wongso – Finalis Miss Earth Indonesia 2017 No. 17

0 0 Continue Reading →

Mengenal Si RTH lewat Para “Pejuang” Kehutanan DKI Jakarta

Rumah Komposting Taman Cattleya

Bermain bersama adik-adik di fasilitas gym Taman Cattleya

 

Bak Tahap I Proses Komposting

Bak Tahap II Proses Komposting

Pupuk Kompos yang Sudah Jadi dalam Bak Tahap III

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Di bawah senyuman cahaya matahari pagi, kami memulai aktivitas berkunjung ke Dinas Pertamanan & Pemakaman DKI Jakarta yang berada di bawah naungan Dinas Kehutanan DKI Jakarta. Bertempat di daerah Petamburan, Jakarta Pusat.

Ketika kata pemakaman muncul, tak sedikit Yang bergidik ngeri mendengarnya. Memang nama yang dimiliki ini sesuai dengan identitasnya, karena dibangun tepat di atas lahan pemakaman. Tapi jangan khawatir, ketika kami memasuki area Dinas, tak sedikit pun ada aura seram yang terasa. Semua tertata rapi dan bersih, bahkan kami disambut begitu hangat lewat senyuman para “Pejuang” Kehutanan DKI Jakarta. Banyak pula “Pejuang” yang mengabadikan kedatangan kami lewat smartphone-nya. Sungguh merupakan kebahagiaan tersendiri.

Kami bersama Miss Earth Indonesia 2016 (MEI 2016) yaitu Miss Luisa Andrea Soemitha, beserta seluruh panitia ElJohn Pageant memulai diskusi bersama dengan para “Pejuang” dari Dinas Kehutanan DKI Jakarta. Acara dibuka oleh kata sambutan hangat dari Bapak Djadar Muchlisin selaku Ketua Dinas Kehutanan DKI Jakarta juga oleh MEI 2016 Luisa Andrea. Materi pembekalan mengenai Ruang Terbuka Hijau (RTH) khususnya di DKI Jakarta dibawakan oleh Bapak Bob dan Bapak Tombok. Konsep yang ingin diterapkan adalah Livable City sebagai Strategi Peningkatan RTH publik di DKI Jakarta.

RTH yang dimaksud berupa area hijau publik, di dalamnya terdapat berbagai aktivitas sosial sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar, juga berbasis komunitas. Saat ini pemda DKI, khususnya Dinas Kehutanan menargetkan agar luas RTH mencapai 30% dari seluruh luas wilayah DKI Jakarta. Konsep Livable City ini mengacu pada Sustainable City, dimana semua aspek seperti manusia, lingkungan, ekonomi, dll tetap berjalan & berkerjasama membangun kota secara berkelanjutan. Diskusi ini ditutup dengan keantusiasan para peserta MEI 2017 dalam sesi tanya jawab dengan perwakilan Dinas Kehutanan DKI Jakarta.

Dan ternyata di DKI Jakarta sendiri sudah terdapat banyak taman kota yang dibangun, salah satunya Taman Cattleya yang berada di bilangan Kemanggisan, Jakarta Barat. Tak butuh waktu lama, para “Pejuang” mengajak kami berkunjung ke taman ini. Sebuah pengalaman unik dimana kami bertelanjang kaki sambil melakukan tur keliling taman, seperti visi misi MEI yaitu “Down to earth & not afraid to get dirty.”

Deskripsi yang langsung terucap atas Taman Cattleya adalah indah, rapi, dan sejuk meskipun letaknya yang ada di tengah perkotaan. Selain danau sebagai resapan air hujan, fasilitas gym yang disediakan, terdapat juga Rumah Komposting. Hmm, rumah apa sih ini sebenarnya? Rumah ini merupakan tempat pengolahan sampah organik seperti daun dan rumput-rumputan menjadi pupuk kompos. Hebatnya selain kebutuhan Taman Cattleya sendiri, Rumah Komposting mampu menyuplai kebutuhan pupuk beberapa kecamatan sekitar di Jakarta Barat. Bayangkan jika setiap taman kota mempunyai Rumah Komposting, berapa banyak sampah organik yang bisa dikelola & juga penghematan uang yang dihasilkan. Pengolahan pupuk ini membutuhkan waktu sekitar 10 hari. Sampah daun dan rumput terlebih dulu dicacah, kemudian ditambahkan bio-aktivator. Barulah akan disimpan dalam bak tertutup yang dibagi menjadi tiga fase bak.

Sebenarnya Taman Cattleya ini sudah berdiri sejak tahun 2006, sebelumnya bernama Taman Kampung Sawah. Namun masih disayangkan, cukup banyak warga DKI khususnya yang belum mengenal taman ini. Pihak Dinas Kehutanan DKI Jakarta terus berusaha mengenalkan, mensosialisasikan, dan menyempurnakan taman-taman kota agar semakin banyak warga yang berkunjung serta beraktivitas sosial. Kecendrungan masyarakat kota besar adalah menghabiskan waktu luang di mal-mal besar saja, terutama para kaum muda. Di taman kota kita bisa mendapatkan udara baru yang sejuk & segar, berolahraga, mengenal & belajar lebih dalam tentang alam beserta lingkungan terutama bagi anak-anak.

Beberapa usaha yang telah dilakukan oleh Dinas Kehutanan DKI Jakarta yaitu :                1. Kerja sama dengan pihak lapas untuk membangun taman di dalam kawasan lapas.
2. Kerja sama dengan berbagai kampus untuk mengadakan aktivitas bersama di taman, seperti camping di hutan.                                  3. Meminta dukungan para sponsor untuk membantu penyediaan fasilitas umum di taman.

Untuk kedepannya, akan direncanakan penambahan tema-tema baik dalam pembuatan maupun pengembangan taman kota. Pemda DKI Jakarta memiliki impian agar dapat mewujudkan Jakarta sebagai pemenang Adipura, untuk Jakarta yang berjaya kembali. Jadi diharapkan dukungan dari seluruh pihak, terutama kami para finalis MEI 2017 yang merupakan ” Influencer” untuk berperan aktif mensosialisasikan serta mengenalkan taman-taman kota juga apa itu RTH agar dapat dikenal & dimengerti oleh lebih banyak orang.

By: Dewi Purnamasari Finalis No. 6

Perwakilan DKI Jakarta

 

0 1 Continue Reading →

Aktivitas di karantina

Tgl 8 juli 2017
Hari pertama kedatangan finalis Miss Earth Indonesia ke Hotel Ibis Budged JKT Daan Mogot. Pada saat kedatangan pertama kali para finalis melakukan registrasi ulang di ruang sekretariat lalu masuk ke sesi Photo & vidio shoot melakukan Beauty shoot, official book, evening gown dan terakhir memakai nasional costum setelah itu malam nya kami para finalis Miss Earth Indonesia 2017 melakukan welcome dinner di Hotel Ibis Budged Jkt Daan Mogot.

Tgl 9 juli 2017
Pada pagi hari kami finalis Miss Earth Indonesia melakukan car free day atau hari bebas berkendaraan di Bundaran HI bertujuan mensosialisasikan dan memberi contoh kepada masyarakat agar tidak membuang sambah sembarangan dan juga selalu menjaga kebersihan lingkungan yang ada di sekitar kita.
Lalu kami para finalis Miss Earth Indonesia 2017 siang harinya melakukan kunjungan ke Scientia Square Park di sana banyak kegiatan yang kami lakukan dari dapat memberi makan ikan koi dan kelinci secara langsung, mengenal berbagai jenis kupu-kupu, melihat kerbau sampai menanam padi secara langsung dan juga banyak area permainan yang dapat di nikmati seperti bermain mobil remote control, Wall Climbing, Bike Trail, bermain Inline Skate, Skateboard, Futsal, Ping Pong Centre. Setelah itu malam nya kami mendapat pembekalan dari Bapak johnnie Sugiarto dan melakukan writting session.

 

By Refty Eka Rani ( No 16 )

0 0 Continue Reading →

SERUNYA KEGIATAN KARANTINA HARI KE 2

monday, 11 july 2017

saya helda salah satu finalis mei 2017 yang sedang melakukan serangkaian kegiatan karantina. dan hari ini memasuki hari ke 3, tentu akan banyak sekali informasi dan pengetahuan2 baru yang akan kita dapat yang mungkin sebelumnya kita tidak mengerti.

nah di pagi hari kegiatan pertama kita adalah kelas bahasa inggris dari EEC bersama mr. Justin. beliau adalah guru yg smart, dan memiliki kepribadian yang menyenangkan sehingga pembekalan dari beliau tidak membosankan. dimana di sesi ini kita belajar untuk berfikir cepat, public speaking tentunya, dan melatih konsentrasi kita

 

setelah sesi pertama selesai, kita lanjut pada sesi ke dua. nah di sesi ke dua juga ga kalah serunya karna materi di sesi ini tidak jauh dari kegiatan kita sehari2 yaitu pentingnya penggunaan sosial media dengan baik dan bagaimana tips agar apa yang kita posting itu bermanfaat bagi orang lain dan di respon baik dari orang yang melihat post kita. dari sesi ini saya menjadi lebih memahami tentang  jurnalistik mulai dari tahap pembuatan berita, syarat kelayakan suatu berita dll. dilanjut lagi pembekalan dari bapak widi selaku…. beliau pun menambahkan informasi tentang jurnalistik kepada kami.

 

setelah sesi ke dua selesai, kita melaksanakan pembekalan pada sesi terakhir untuk kegiatan hari ini oleh kak cindy. disini kita diberikan pengetahuan, informasi tentang pentingnya tampil ‘cantik’ sebagai wanita. karna cantik dari luar saja tidak cukup sebagai wanita tetapi kita harus memiliki aura baik yg ada pada diri kita dan di pancarkan di setiap kita membawa diri kita dimana berada tentu harus diikutin juga oleh attitude, ahklak, pendidikan yang baik. dan di sesi ini saya menyimpulkan bahwa menjadi wanita alangkah baiknya memiliki wawasan, jaringan yg luas dan kuat dan memiliki target yang jelas sehingga bukan hanya cantik yg di andalkan, tapi kita sebagai wanita tidak di remehkan dan di pandang sebelah mata.

 

setelah kegiatan kita hari ini selesai, kita bergegas untuk istrihat. yay! semoga pembekalan hari ini dapat diterapkan pada kegiatan sehari2 untuk menjadi pribadi yang lebih baik

 

helda hemas finalis no 10

0 0 Continue Reading →

masa indah di karantina

Tgl 8 juli 2017
Hari pertama kedatangan finalis Miss Earth Indonesia ke Hotel Ibis Budged JKT Daan Mogot. Pada saat kedatangan pertama kali para finalis melakukan registrasi ulang di ruang sekretariat lalu masuk ke sesi Photo & vidio shoot melakukan Beauty shoot, official book, evening gown dan terakhir memakai nasional costum setelah itu malam nya kami para finalis Miss Earth Indonesia 2017 melakukan welcome dinner di Hotel Ibis Budged Jkt Daan Mogot.

Tgl 9 juli 2017
Pada pagi hari kami finalis Miss Earth Indonesia melakukan car free day atau hari bebas berkendaraan di Bundaran HI bertujuan mensosialisasikan dan memberi contoh kepada masyarakat agar tidak membuang sambah sembarangan dan juga selalu menjaga kebersihan lingkungan yang ada di sekitar kita.
Lalu kami para finalis Miss Earth Indonesia 2017 siang harinya melakukan kunjungan ke Scientia Square Park di sana banyak kegiatan yang kami lakukan dari dapat memberi makan ikan koi dan kelinci secara langsung, mengenal berbagai jenis kupu-kupu, melihat kerbau sampai menanam padi secara langsung dan juga banyak area permainan yang dapat di nikmati seperti bermain mobil remote control, Wall Climbing, Bike Trail, bermain Inline Skate, Skateboard, Futsal, Ping Pong Centre. Setelah itu malam nya kami mendapat pembekalan dari Bapak johnnie Sugiarto dan melakukan writting session.

 

By Refty Eka Rani No 16

 

0 0 Continue Reading →

masa indah di karantina

  1. Tgl 8 juli 2017
    Hari pertama kedatangan finalis Miss Earth Indonesia ke Hotel Ibis Budged JKT Daan Mogot. Pada saat kedatangan pertama kali para finalis melakukan registrasi ulang di ruang sekretariat lalu masuk ke sesi Photo & vidio shoot melakukan Beauty shoot, official book, evening gown dan terakhir memakai nasional costum setelah itu malam nya kami para finalis Miss Earth Indonesia 2017 melakukan welcome dinner di Hotel Ibis Budged Jkt Daan Mogot.

Tgl 9 juli 2017
Pada pagi hari kami finalis Miss Earth Indonesia melakukan car free day atau hari bebas berkendaraan di Bundaran HI bertujuan mensosialisasikan dan memberi contoh kepada masyarakat agar tidak membuang sambah sembarangan dan juga selalu menjaga kebersihan lingkungan yang ada di sekitar kita.
Lalu kami para finalis Miss Earth Indonesia 2017 siang harinya melakukan kunjungan ke Scientia Square Park di sana banyak kegiatan yang kami lakukan dari dapat memberi makan ikan koi dan kelinci secara langsung, mengenal berbagai jenis kupu-kupu, melihat kerbau sampai menanam padi secara langsung dan juga banyak area permainan yang dapat di nikmati seperti bermain mobil remote control, Wall Climbing, Bike Trail, bermain Inline Skate, Skateboard, Futsal, Ping Pong Centre. Setelah itu malam nya kami mendapat pembekalan dari Bapak johnnie Sugiarto dan melakukan writting session.

 

By Refty Eka Rani  No 16

0 0 Continue Reading →